Tag: bilateral relations

  • Pentingnya Kedutaan Terpisah untuk Memperkuat Hubungan Indonesia-UEA

    Pernyataan Ketua Umum Partai Pembangunan Nasional

    Ketua Umum Partai Pembangunan Nasional baru-baru ini menyampaikan permintaan penting kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia meminta agar posisi Duta Besar Republik Indonesia untuk Uni Emirat Arab (UAE) diadakan secara tersendiri dan tidak digabungkan dengan posisi Duta Besar di Arab Saudi yang berada di Riyadh. Permintaan ini ditujukan untuk memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan UAE.

    Alasan Memisahkan Kedutaan

    Keberadaan kedutaan yang terpisah akan memudahkan urusan bagi warga negara Indonesia yang berada di UAE. Dengan adanya duta besar khusus di UAE, diharapkan pelayanan konsuler dan diplomatik dapat dilakukan lebih efektif dan efisien. Hal ini akan membantu dalam menjalin hubungan internasional yang lebih baik, serta memperkuat rasa kepentingan bersama antara kedua negara.

    Manfaat Hubungan Bilateral

    Hubungan bilateral yang solid antara Indonesia dan UAE tidak hanya bermanfaat bagi pemerintah, tetapi juga bagi masyarakat kedua negara. Dengan adanya kedutaan terpisah, diharapkan kerjasama dalam berbagai sektor, seperti perdagangan, pariwisata, dan pendidikan, dapat ditingkatkan. Ini juga akan membawa manfaat langsung kepada warga negara Indonesia yang tinggal atau bekerja di UAE, sehingga mereka dapat lebih mudah mengakses layanan dan bantuan yang diperlukan.

  • Ketua umum partai ppn muamar torik mengucapkan selamat datang ke pada Raja Abdullah II ke Indonesia: Momen Bersejarah bagi Hubungan Indonesia-Yordania

    Selamat Datang Raja Abdullah II

    Ketua Umum Partai Pembangunan Nasional, Muamar Torik, menyampaikan ucapan selamat datang kepada Raja Abdullah II Ibn Al Hussein dari Kerajaan Yordania. Kedatangan sang raja, yang disambut hangat oleh Presiden Prabowo pada Jumat, 14 November 2025, menandai momentum penting dalam hubungan bilateral kedua negara.

    Aparat Keamanan Sebagai Bentuk Penghormatan

    Sebelum kedatangan Raja Abdullah II, pesawat kenegaraan yang membawanya dikawal oleh tujuh pesawat tempur F-16 dan tiga pesawat tempur T50 milik TNI AU saat memasuki wilayah udara Indonesia. Upacara penyambutan di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma menunjukkan tingkat kehormatan yang tinggi dari Indonesia kepada tamu kerajaan ini.

    Hubungan Erat antara Indonesia dan Yordania

    Setelah upacara penyambutan, Presiden Prabowo dan Raja Abdullah II melakukan pertemuan bilateral. Presiden menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Yordania telah terjalin erat selama lebih dari tujuh dekade, baik dalam aspek diplomatik maupun secara personal. Kedekatan emosional Prabowo dengan keluarga kerajaan Yordania, terutama dengan mendiang Raja Hussein, menjadi bagian penting dalam hubungan ini.

    Raja Abdullah II juga mengenang hubungan yang telah terjalin sejak masa mereka sebagai prajurit. Kedua pemimpin mengungkapkan rasa bangga dan kehormatan terhadap ikatan yang dibangun selama bertahun-tahun. Di penghujung pertemuan, Presiden Prabowo dianugerahi penghargaan “The Bejewelled Grand Cordon of Al Nahda” oleh Raja Abdullah II, suatu penghargaan terhormat yang menunjukkan betapa pentingnya hubungan ini bagi kedua negara.