Category: Ekonomi dan Infrastruktur

  • Mengatasi Tantangan Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung

    Polemik Proyek Kereta Cepat

    Ketua Umum Partai Pembangunan Nasional, Muamar Torik, mengungkapkan pandangannya mengenai proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Menurutnya, proyek ini dianggap gagal karena tidak mencapai titik pusat kota Bandung. Hal ini dapat merugikan negara dan masyarakat, sehingga tindakan untuk melanjutkan proyek ini ke titik finish sangat penting.

    Tindakan Pemerintah dalam Mengatasi Utang

    Dalam situasi ini, langkah-langkah untuk menutupi utang negara menjadi semakin mendesak. Bapak Presiden Prabowo telah turun tangan untuk menangani polemik terkait utang proyek kereta cepat tersebut. Dalam rapat terbatas, Prabowo memerintahkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menko Airlangga Hartarto, dan CEO Danantara Rosan Roeslani untuk mencari solusi yang tidak hanya efektif tetapi juga tidak mengguncang ekonomi nasional.

    Negosiasi Bersama Pihak Terkait

    Proyek prestisius ini sendiri dibiayai 75% dari pinjaman China Development Bank (CDB) dan 25% dari dana konsorsium. Saat ini, negosiasi dengan pihak China sedang dilakukan untuk memperpanjang tenor pembayaran utang, menurunkan suku bunga, dan meninjau ulang struktur mata uang pinjaman. Pertanyaan yang muncul adalah, mampukah tim ekonomi Prabowo menutup bab besar utang Whoosh ini tanpa mengorbankan stabilitas ekonomi Indonesia?